Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Landasan berinvestasi di Pasar Modal Syariah





       Setelah kita mengenal investasi saham syariah, mungkin masih ada yang ragu apakah landasan hukum investasi saham itu, dan bagaimana sistem kerjanya, apakah sama dengan judi ?

      Secara umum investasi di Pasar Modal Syariah adalah transaksi jual beli Efek Syariah di Pasar Modal. Investasi ini harus merujuk kepada fatwa DSN MUI No.80 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas di Pasar Reguler Bursa Efek.

      Efek Syariah yang Bersifat Ekuitas merupakan Efek yang berbasis kepemilikan perusahaan yang dicatatkan di Bursa Efek Indonesia dan memenuhi prinsip-prinsip syariah, seperti saham syariah.

     Sesuai dengan fatwa DSN MUI No.80, Investasi di Pasar Modal dikatakan memenuhi prinsip syariah apabila memenuhi :


  1. Hanya melakukan transaksi jual beli saham syariah (yang terdapat dalam daftar Indeks Saham Syariah Indonesia –ISSI) di pasar reguler Bursa Efek Indonesia.
  2. Investasi saham melalui perusahaan Efek yang mempunyai syariah online trading system (SOTS)
  3. Tidak melakukan transaksi yang dilarang syariah, seperti transaksi yang mengandung riba atau transaksi margin (meminjam uang yang dikenakan bunga pinjaman), bai’ al-ma’dum atau short selling (menjual saham yang belum dimiliki), dsb.

     Karena investasi saham syariah adalah transaksi jual beli saham syariah, maka akad yang digunakan adalah akad bai’ al-Musawwamah, yaitu akad jual beli dengan kesepakatan harga wajar melalui mekanisme tawar menawar secara berkelanjutan. Sesuai prinsip qabdi hukmi (kepemilikan secara hukum) investor yang membeli saham syariah otomatis memiliki saham yang dibelinya meskipun administrasi penyelesaian transaksi dilakukan di kemudian hari.

      Jadi sudah jelas bukan, bahwa bahwa landasan berinvestasi di Pasar Modal Syariah itu menggunakan akad bai’ al-mausawwamah dan berdasarkan Fatwa DSN-MUI No.80.

SUBCRIBE VIA EMAIL