Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Iman Kepada Allah SWT Beserta Sifat dan Dalil Al-Quran


Iman

Arti Dan Dalil Iman Kepada Allah SWT 

     Beriman kepada Allah dalam arti beriman kepada Dzat yang ghaib, yang Mahatinggi, bebas berkehendak, Mahakuasa, dan yang layak dipatuhi dan diibadati, adalah ruh agama, agama apapun. Ia juga ruh agama islam dan dasar seluruh akidahnya, sebagaimana dijelaskan oleh Al-Quran dan sunnah Rasulullah saw.
Beriman kepada Allah ialah:

  1. Membenarkan dengan yakin akan adanya Allah SWT.
  2. iMembenarkan akan keesaan-Nya, baik dalam perbuatan-Nya menciptakan alam makhluk seluruhnya, maupun dalam menerima ibadat segenap makhluk-Nya.
  3. Membenarkan dengan yakin bahwa Allah bersifat dengan segala sifat sempurna-Nya, suci dari segala sifat kekurangan dan suci pula dari menyerupai segala yang baharu (makhluk). 

     Pada saat berbicara tentang iman dan segala implikasinya, Al-Qu’an al-Karim menempatkan iman kepaada Allah sebagai yang pertama dan dasarnya.
Allah berfirman:

آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

''Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". (QS Al-Baqarah: 285)


 لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا ۖ وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ ۗ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا ۖ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ

‘’Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan) hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar (imannya); dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa.’’ (Q.S Al-Baqarah: 177)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي نَزَّلَ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَالْكِتَابِ الَّذِي أَنْزَلَ مِنْ قَبْلُ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا

‘’Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.’’(Q.S An-Nisa’: 136)

      Dalam sebuah hadits masyhur, sa’at ditanya malaikat jibril tentang iman, Rasulullah bersabda: ‘’iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitan-nya, rasul-rasul-Nya, hari kemudian, dan beriman kepada qadar, baik dan buruknya’’ (HR. Muslim)

     Dalil-dalil ini menunjukkan bahwa beriman kepada Allah adalah dasar atau pangkal, dan setiap rukun akidah yang lain bersandar kepadaNya dan mengikutiNya. Beriman kepada Allah mencakup: beriman kepada wujudullah serta beriman kepada keesaanNya dalam rububiyah dan uluhiyyah- Nya. Beriman kepada Asma-ul Husna yang dimiliki Allah, dan kepada sifat-sifatNya yang tinggi, yang menunjukkan secara jelas bahwa Dia memiliki segala segala sifat sempurna yang sesuai denganNya dan Dia disucikan ddsegala sifat yang mengandung kekurangan.

Manfaat beriman kepada Allah SWT :

  1. Menguatkan tauhid (peng-Esa-an) kepada Allah, sehingga seorang yang telah beriman kepada Allah, tidak akan menggantungkan dirinya kepada sesuatu selain Allah, baik dengan cara berharap atupun takut kepadanya, dan ia tidak akan menyembah selain Allah.
  2. Seseorang akan mencintai Allah secara sempurna dan akan mengagungkan-Nya sesuai dengan nama-nama-Nya yang baik.
  3. Mewujudkan penghambaaan diri kepada Allah yaitu dengan melakukan apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya. 

Makna Kalimat Tauhid dan Sifat-sifat Allah SWT.

     Tauhid yang dibawa para rasul memiliki lambang yang menjelaskan hakikat tauhid dalam bentuk kalimat ringkas. Lambang ini ialah la ilaha illallah, kalimat itu dinamakan kalimat tauhid, kallimat ikhlash dan kalimat taqwa. Kalimat agung ini mengandung:

  • Panafian (peniadaan) ketuhanan pada apa saja selain Allah.
  • Itsbat (penetapan) ketuhanan untuk Allah semata, sebab Dia-lah tuhan yang Haq, sedangkan selain-Nya yang disembah oleh manusia dalam berbagai masa adalah tuhan palsu dan bathil yang diciptakan oleh kebodohan dan khayalan.

Allah berfirman:

ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ

‘’(Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.’’(Q.S Al-Hajj: 62)

Al-Illah adalah Al-Ma’bud bihaqqin; artinya yang diccintai, ditaati, dan berhak di-ibadati, sebab Dia memiliki segala sifat kesempurnaan. Konsekwensinya, Dia berhak mendapatkan kekhususan puncak cinta dan puncak ketundukan. Dua hal ini adlah arti ibadah, sebab menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, ibadah adalah: ‘’sesuatu yang dikultuskan dan dipuka oleh hati dengan cinta, dipatuhi, direndahkan diri kepadanya, ditakuti, diharap, dijadikan tempat kembali saat kesulitan, dimohon dalam segala urusan, ditawakali dalam berbagai kemaslahatan, dimintai perlindungan, dirasa tenang dengan mengingatnya, dan dirasa tentran dengan mencintinya. Ini semua semata hanya untuk Allah.’’
Oleh karena itu ‘’la ilaha illallah’’ merupakan kalimat yang paling benar dan paling utama. Ia adalah puncak segala urusan dan puncak segala kebaikan.

Sifat-sifat Allah SWT
       Sifat-sifat Allah adalah sifat sempurna yang yang tidak terhingga bagi Allah. Kita sebagai muslim hukumnya wajib untuk mempercayai bahwa terdapat sifat kesempurnaan yang tidak terhingga bagi Allah. Oleh karena itu marilah kita mengetahui 20 sifat wajib bagi allah, juga 20 sifat mustahil bagi Allah, dan sifat jaiz-Nya juga.
20 Sifat Wajib Allah :
1. Wujud (ada)
         Sifat wajib Allah SWT yang pertama adalah wujud yang aritinya ada. Maksudnya yaitu Allah SWT itu dzat yang pasti ada. Dia berdiri sendiri, dan tidak diciptakan oleh siapapun, serta tidak ada Tuhan selain Allah SWT.“Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku“ (QS. Thaha: 14).
2. Qidam (terdahulu)
        Sifat wajib Allah SWT yang kedua adalah sifat qidam yang memiliki arti terdahulu. Allah SWT ada dari sebelum segala sesuatu diciptakan olehnya, dan tidak ada pendahulu sebelumnya. Allah SWT juga lah yang menciptakan segala sesuatu.“Dialah Yang Awal dan Yang Akhir, Yang Zhahir dan Yang Bathin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS.Al-Hadid: 3).
3. Baqa’ (kekal)
        Yang ketiga yaitu baqa’, artinya adalah kekal. Maksudnya Tidak akan mati, punah apalagi binasa, karena Allah SWT itu maha kekal. Dia akan selalu tetap ada selama-lamanya.“Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan” ( QS. Ar-Rahman :27 ).
4. Mukhoolafatul lil hawaadist (berbeda dengan makluk ciptaannya)
         Yang keempat adalah mukhoolafatul lil hawaadist artinya berbeda dengan makluk ciptaanya. Banyak sekali makluk ciptan Allah SWT, dari kita manusia sampai makhluk-makhluk yang tidak terlihat oleh mata kita. Tetapi tidak ada satupun makluk yang menyerupai Allah SWT.“Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.” (QS. Al-Ikhlas: 4).
5. Qiyamuhu Binafsih (berdiri sendiri)
        Yang kelima adalah qiyamuhu binafsih, yang berarti berdiri sendiri. Sama sekali tidak berketergantungan oleh siapapun dala segala hal, apalagi membutuhkan petolongan, itulah sifat Allah SWT.Bahkan, jika seluruh umat manusia ini tidak ada yang beriman atau beribadah kepada Allah SWT, dia tidak akan merasa kerugian sekecilpun. Subhanallah.“Dan barangsiapa yang berjihad, Maka Sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (Tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Qs. Al-Ankabuut :  ).
6. Wahdaniyah (tunggal)
         Selanjutnya adalah sifat wahdaniyah yang memiliki arti esa atau tunggal. Jadi, Allah SWT hanya ada satu dan tidak ada sekutu baginya.“Dia-lah Allah, yang Maha Esa” (QS. Al-Ikhlas: 1).
7. Qudrat (berkuasa)
          Qudrat yang berarti bekuasa. Maksudnya Allah SWT itu maha berkuasa atas segala sesuatu yang dikendakinya.“Sekiranya ada di langit dan di bumi Tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. Maka Maha Suci Allah yang mempunyai ‘Arsy daripada apa yang mereka sifatkan.” (QS. Al-Anbiya: 22).
8. Irodat (berkehendak)
          Sifat berikutnya ialah irodat yang memiliki arti berkehendak. Maksudnya Allah SWT maha berkehendak atas segala sesuatu, dan sangat berhak menentukan segala sesuatu tersebut. Apabila Allah SWT sudah berkehendak, maka pasti akan terjadilah.“Maha Kuasa berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” (Qs. Al-Buruuj : 16).
9. Ilmun (mengetahui)
          Ilmu yang berarti  mengetahui adalah sifat Allah SWT yang selanjutnya. Maksudnya Allah SWT amat sangat tahu atas segala apapun yang ada dimanapun.Jikalau kita bersembunyi dan tidak ada satu orangpun yang tahu, sesungguhnya Allah SWT sangat mengetahuinya dengan jelas.Dan jika kita memabndingkan ilmu Allah SWT, amat sangat tidak bisa dibandingkan. Karena semua ilmu yang dimiliki manusia di dunia ini, amat sangat tidak ada apa-apanya jiga dibandingkan dengan ilmu Allah SWT. Serta segala ilmu yang baik itu berasal dari Allah SWT.“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS. Qaf: 16).
10. Hayat (hidup)
          Hayat artinya Hidup, yakni bahwa Allah Maha Hidup.“Dan bertawakkallah kepada Allah yang hidup (kekal) Yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya.” (QS. Al-Furqon: 58).
11. Sama’ (mendengar)
           Allah Maha Mendengar. Baik yang diucapkan ataupun yang disembunyikan dalam hati, Allah mengetahui. Pendengaran Allah Ta’ala meliputi segala sesuatu.“Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Maidah: 76).
12. Bashar (melihat)
           Bashar artinya melihat. Maksudnya Allah itu Maha Melihat segala sesuatu. Pengelihatan Allah tidak terbatas, Dia mengetahui apa-apa yang terjadi di dunia ini. Walaupun hanya sehelai daun yang jatuh.“Dan Allah Maha Melihat atas apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hujarat: 18).
13. Kalam (berfirman)
           Allah itu berfirman. Dia bisa berbicara atau berkata-kata secara sempurna tanpa bantuan dari apapun. Terbukti dari adanya firmanNya dalam kitab-kitab yang diturunkan lewat para nabi. Salah satu Nabi yang pernah berbicara langsung dengan Allah Ta’ala adalah Nabi Musa ‘alaihissalam.“Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya.”  (QS. Al-A’raf: 143).
14. Qoodirun (berkuasa)
            Qadiran berarti berkuasa. Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu.“Hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali sinaran itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. Jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Baqarah: 20).
15. Muriidun (berkehendak)
             Allah Maha Berkendak atas segala sesuatu. Bila Allah sudah menakdirkan suatu perkara maka tidak ada yang bisa menolak kehendakNya.”Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhanmu menghendaki (yang lain). Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki.” (QS.Hud: 107).
16. 'Alimun (mengetahui)
             Artinya Maha mengetahui. Dalilnya sama dengan dalil sifat Ilmu.
17. Hayyun (hidup)
             Hayyan berarti hidup. Allah Maha hidup. Tidak mungkin bagi Allah Ta’ala untuk binasa. Dia selalu mengawasi hamba-hambaNya, tidak pernah lengah ataupun tidur.“Dan bertawakkallah kepada Allah Yang Hidup, yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya. Dan cukuplah Dia Maha Mengetahui dosa hamba-hamba-Nya.” (QS. Al-Furqon: 58).
18. Samii’un (mendengar)
           Samii’un berarti bahwa Allah Maha Mendengar. Dalilnya sama dengan sifat “sama”.Allah melihat semua perbuatan hamba. Oleh karena itu orang yang beriman harus menjaga tingkah laku dan perbuatannya dari perbuatan buruk atau maksiat.
19. Bashiirun
            Bashiirun berarti bahwa Allah Maha Melihat. dalilnya sama dengan dalil sifat “Bashor”
20. Mutakallimun
          Mutakallimun berarti bahwa Allah maha berbicara. Dalilnya sama dengan sifat ”kalam”.

20 Sifat Mustahil Allah:

  1. Adam (tiada).
  2. Huduts (ada yang mendahului).
  3. Fana (berakhir).
  4. Mumatsalatu lil hawaditsi (ada yang menyamai).
  5. Ihtiyaju lighairihi (memerlukan yang lain).
  6. Ta’adud (berbilang).
  7. Ajzun (lemah).
  8. Karahah (terpaksa).
  9. Jahlun (bodoh).
  10. Mautun (mati).
  11. Shamamun (tuli).
  12. Ama (buta).
  13. Bakamun (bisu).
  14. Kaunuhu ‘ajiyan (dzat yang lemah).
  15. Kaunuhu karihan (dzat yang terpaksa).
  16. Kaunuhu jahilan (dzat yang sangat bodoh).
  17. Mayyitan (dzat yang mati).
  18. Kaunuhu ashamma (dzat yang tuli).
  19. Kaunuhu ‘ama (dzat yang buta).
  20. Kaunuhu abkama (dzat yang bisu)

Sifat Jaiz Allah:
      Selain memiliki sifat wajib dan sifat mustahil yang wajib diyakini dan diimani oleh setiap umat islam. Allah SWT juga memiliki sifat jaiz.
       Sifat jaiz ALLAH SWT hanya ada satu saja yaitu fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu. Sifat Jaiz Bagi Allah SWT adalah sifat yang mungkin boleh dimiliki dan boleh tidak dimiliki oleh Allah SWT. maksudnya disini boleh melakukannya atau meninggalkannya. Allah sangat berkuasa untuk membuat sesuatu atau tidak membuatnya. Seperti yang telah dijelaskan diatas sifat Jaiz Allah SWT hanya ada satu yaitu fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu, artinya  Allah itu berwenang untuk menciptakan dan berbuat sesuatu atau tidak sesuai dengan kehendak-Nya. Sifat ini menegaskan bahwa Allah SWT hak penuh untuk melaksanakan sesuatu sesuai kehendaknya tanpa ada paksaan. tidak ada satupun di dunia ini yang bisa memaksa Allah SWT dengan cara apapun karena terjadinya sesuatu atau tidak terjadinya sesuatu mutlak ada pada kekuasaan Allah SWT.

Posting Komentar untuk "Iman Kepada Allah SWT Beserta Sifat dan Dalil Al-Quran"

SUBCRIBE VIA EMAIL