Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Pengertian Akad Trasaksi Istishna dalam Perbankan Syariah

akuntansi transaksi
Akuntansi


Konsep Dasar Transaksi Istishna

Istishna adalah akad jual beli antara pembeli (al-mustashni) dan as shani (produsen yang juga sebagai penjual). Berdasarkan akad tersebut pembeli menugasi produsen untuk  menyediakan barang pesanan (al-mashnu) sesuai spesifikasi yang disyaratkan pembeli dan penjualnya dengan harga yang disepakati.
Cara pembayaran dapat berupa pembayaran dimuka, cicilan atau ditangguhkan sampai jangka waktu tertentu. Ketentuan harga pesanan tidak dapat berubah selama jangka waktu akad
Bank dapat bertindak sebagai pembeli atau penjual dalam suatu transaksi istishna.
Jika bank bertindak sebagai penjual kemudian memesan kepada pihak lain (sub kontraktor) untuk menyediakan barang pesanan dengan cara istishna maka hal ini disebut istishna paralel.
Istishna paralel dapat dilakukan dengan syarat sebagai berikut :

  1. Akad kedua antara entitas syariah/pembeli (misal, bank syariah) dan sub kontraktor terpisah dari akad pertama antara penjual (bank syariah) dan pembeli akhir. 
  2. Akad kedua dilakukan setelah akad pertama sah.   

Pembeli mempunyai hak untuk memperoleh jaminan dari produsen/penjual atas :

  1. Jumlah yang telah dibayarkan
  2. Penyerahan barang pesanan sesuai dengan spesifikasi dan tepat waktu   

Mekanisme yang dilakukan dalam transaksi Istishna yang dilakukan di sector Perbankan Syariah:
Bank bertindak sebagai penjual sementara nasabah sebagai pembeli.

  • Harga jual dicantumkan dalam akad jual beli dan jika telah disepakati, tidak dapat berubah selama berlakunya akad. 
  • Bila sudah ada barang, maka segara akan diserahkan kepada nasabah. 
  • Biaya perolehan istishna 

Biaya perolehan istishna terdiri dari:

  1. Biaya langsung yaitu bahan baku dan tenaga kerja langsung untuk membuat barang pesanan, dan 
  2. Biaya tidak langsung adalah biaya overhead, termasuk biaya akad dan pra akad.    

Pengakuan, Pengukuran dan Pencatatan Akuntansi Istishna  
1. Akuntansi Untuk Penjual (Bank Syariah Sebagai Penjual)

a.  Biaya Perolehan istishna   
Biaya pra akad diakui sebagai beban tangguhan
    Beban praakad tangguhan         xxx
                kas                                                              xxx                                                                               
Jika akad istishna disepakati maka diperhitungkan sebagai biaya istishna
        Aset istishna dalam penyelesaian xxx
        Beban praakad tangguhan            xxx       

Jika akad istishna tidak disepakati maka biaya tersebut dibebankan pada periode berjalan
        Beban lain-lain xxx
        Beban praakad tangguhan xxx

biaya perolehan istishna diakui sebagai aset istishna dalam penyelesaian
Aset istishna dalam penyelesaian xxx
Kas/rekening suplier/bahan xxx

b. Biaya perolehan istishna paralel 
Biaya istishna paralel terdiri dari:

  1. Biaya perolehan barang pesanan sebesar tagihan produsen atau kontraktor kepada entitas.
  2. Biaya tidak langsung adalah biaya overhead termasuk biaya akad dan praakad; dan 
  3. Semua biaya akibat produsen atau kontraktor tidak dapat memenuhi kewajibannya, jika ada.   

Biaya perolehan istishna paralel diakui sebagai aset istishna dalam penyelesaian
Aset istishna dalam penyelesaian  xxx
Rekening kontraktor/ kas xxx 

c. Pendapatan Istishna dan Istishna paralel 
Pendapatan istishna diakui dengan menggunakan metode prosentase penyelesaian atau metode akad selesai. Akad adalah selesai jika proses pembuatan barang pesanan selesai dan diserahkan kepada pembeli.
Harga pokok istishna                 xxx
Aset istishna dalam penyelesaian xxx
Pendapatan Istishna xxx
Pada saat entitas syariah menerima aset istishna dari kontraktor
Aset Istishna xxx
Aset istishna dalam penyelesaian xxx
Pada saat entitas syariah menyerahkan aset istishna maka akan dibuat jurnal (bila pembeli akhir membayar aset istishna secara bertermin selama masa produksi)
Pada saat entitas syariah menagih ke pembeli akhir
Piutang istishna xxx
Termin istishna xxx
Pada saat entitas syariah menerima kas dari pembeli akhir
Kas xxx
Piutang istishna  xxx
Pada saat entitas syariah menyerahkan aset istishna kepada pembeli akhir
Termin istishna xxx
Aset istishna xxx
Pendapatan istishna xxx
2. Akuntansi Untuk Pembeli (Bank Syariah Sebagai Pembeli)

a. Pembeli mengakui aktiva istishna dalam penyelesaian sebesar jumlah termin yang ditagih
Aktiva istishna dalam penyelesain xxx
Hutang istishna xxx
b. Selisih harga beli dan biaya perolehan pada istishna tangguh diakui sebagai beban istishna tangguhan 
Aktiva istishna xxx
Beban istishna tangguhan xxx
Hutang istishna xxx
c. Beban istishna tangguhan diamortisasi secara proposional sesuai dengan porsi pelunasan hutang istishna
Beban istishna  xxx
Beban istishna tangguhan xxx
d. Apabila barang pesanan terlambat diserahkan karena kelalaian atau kesalahan penjual dan mengakibatkan kerugian pembeli, maka kerugian itu dikurangkan dari garansi penyelesaian proyek yang telah diserahkan penjual. Jika kerugian tersebut melebihi garansi penyelsaian proyek, maka selisihnya akan diakui sebagai piutang jatuh tempo kepada penjual dan jika diperlukan dibentuk penyisihan kerugian piutang.

Apabila kerugian lebih kecil dari garansi penyelesaian proyek
pada saat penjual menyerahkan uang garansi kepada pembeli (bank)
Kas xxx
Uang garansi penyelesaian proyek xxx

pada saat pembebanan kerugian pembeli (bank)
uang garansi penyelesaian proyek xxx
rekening lain-lain xxx
Apabila kerugian lebih besar dari garansi penyelesaian proyek
pada saat penjual menyerahkan uang garansi kepada pembeli (bank)
kas xxx
uang garansi penyelesaian proyek xxx

pada saat pembebanan kerugian pembeli (bank)
uang garansi penyelesaian proyek xxx
piutang jatuh tempo xxx
rekening lain-lain xxx
e. Jika pembeli menolak menerima barang pesanan karena tidak sesuai dengan spesifikasi dan tidak dapat memperoleh kembali seluruh jumlah uang yang telah dibayarkan kepada penjual, maka jumlah yang belum diperoleh kembali diakui sebagai piutang jatuh tempo kepada penjual dan jika diperlukan dibentuk penyisihan kerugian piutang.
Pada saat pembeli ditagih oleh penjual
Aktiva istishna xxx
Beban istishna tangguhan xxx
Hutang istishna xxx
Pada saat membayar kepada penjual
Utang istishna xxx
Kas xxx

Pada saat mengakui penarikan kembali atas pembayaran kepada penjual
    Kas xxx
         Piutang jatuh tempo xxx
Aset istishna dalam penyelesaian xxx
f. Jika pembeli (bank) menerima barang pesanan yang tidak sesuai dengan spesifikasi, maka barang pesanan tersebut diukur dengan nilai yang lebih rendah antara nilai wajar dan biaya perolehan. Selisih yang terjadi diakui sebagai kerugian pada periode berjalan.
Aset istishna      xxx
Kerugian penurunan nilai aktiva istishna      xxx
Aset istishna dalam penyelesaian xxx
g. Dalam istishna paralel, jika pembeli akhir menolak menerima barang pesanan karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang disepakati, maka barang pesanan diukur dengan nilai yang lebih rendah antara nilai wajar dan harga pokok istishna. Selisih yang terjadi diakui sebagai kerugian pada periode berjalan.
Aset istishna xxx
Kerugian penurunan aktiva istishna xxx
Aset istishna dalam penyelesaian xxx

Posting Komentar untuk "Pengertian Akad Trasaksi Istishna dalam Perbankan Syariah"

SUBCRIBE VIA EMAIL