Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH : Akuntansi Pembiayaan Mudharabah

Akuntansi Pembiayaan Mudharabah

     Secara bahasa mudharabah berasal dari kata dharb, yang artinya melakukan perjalanan yang umumnya untuk berniaga. Secara teknis mudharabah adalah akad kerja sama usaha antara dua pihak, dimana pihak pertama sebagai shahibul mall (penyedia modal 100%) dan pihak kedua sebagai mudharib (sebagai pengelola). Sedangkan pembiayaan mudharabah adalah pembiayaan yang disalurkan oleh bank syariah kepada pihak lain untuk suatu usaha produktif. 
     Dana modal mudharabah diakui sebagai investasi mudharabah pada saat pembayaran kas atau penyerahan asset non kas kepada pengelola dana (PSAK 105 Paragraf 12). PAPSI 2013, pada umumnya pembiayaan mudharabah yang diberikan oleh bank dalam bentuk kas yang dilakukan secara bertahap atau sekaligus. Pada pembiayaan mudharabah, kesepakatan pembagian keuntungan atau nisbah harus dinyatakan didalam kontrak. Dewan syariah nasional dalam fatwa DSN No 15 tahun 2000 menyatkan bahwa bank syariah boleh menggunkan prinsip bagi hasil (revenue sharing) maupun bagi untuk (profit sharing) sebagai dasar bagi hasil. Untuk pengembalian pembiayaan mudharabah dapat dilakukan bersamaan dengan distribusi bagi hasil atau pada saat diakhirinya akad mudharabah. 
     Pengakuan penghasilan usaha mudharabah dalam praktik dapat diketahui berdasarkan laporan bagi hasil atas realisasi penghasilan usaha dari pengelola dana, tidak diperkenankan mengakui pendapatan dari proyeksi hasil usaha (PSAK 105 paragraf 22). Kerugian akibat kelalaian atau kesalahan pengelola dana dibebankan pada pengelola dana dan tidak mengurangi investasi mudharabah (PSAK 105 paragraf 23), sedangkan bagi hasil usaha yang belum dibayar oleh pengelola dana diakui sebagai piutang.

Jurnal  pembiayaan mudharabah:

a. Pada saat pembiayaan mudharabah disetujui:
       Pos lawan komitmen administrasi pembiayaan xxx
     Kewajiban komitmen administrasi pembiayaan xxx
Boleh juga dengan jurnal berikut:
       Kontra kewajiban komitmen mudharabah xxx
        Kewajiban komitmen mudharabah xxx

b. Peneriman biaya administrasi, dan biaya matrai:
       Tab/Giro Nasabah xxx
      Pendapatan Administrasi xxx
       Biaya matrai xxx

c. Penyerahan pembiayaan mudharabah
       Pembiayaan mudharabah xxx
       Tab/giro nasabah xxx
      Kewajiban komitmen administrasi pembiayaan xxx
       Pos lawan komitmen administrasi pembiayaan xxx

d. Penerimaan bagi hasil
     1. Tepat waktu:
                Tab/ giro nasabah xxx
        Pendapatan bagi hasil mudharabah xxx
      2. Tidak tepat waktu
               Jurnal tanggal jatuh tempo:
                  Piutang pendapatan bagi hasil mudharabah xxx
 Pendapatan bagi hasil mudharabah – akrual xxx
 Jurnal pada saat nasabah mampu membayar:
               Tab/giro nasabah xxx
               Piutang pendapatan bagi hasil mudharabah xxx
            Pendapatan bagi hasil mudharabah- akrual xxx
       Pendapatan bagi hasil mudharabah xxx

e. Pada saat usaha mengalami kerugian:
       Beban kerugian penurunan nilai pembiayaan mudharabah xxx
    Cadangan kerugian penurunan nilai pembiayaan mudharabah xxx

f. Saat akad berakhir
      Nasabah mampu mengembalikan modal:
             Tab/giro nasabah xxx
          Pembiayaan mudharabah xxx
     Nasabah tidak mampu mengembalikan modal:
            Piutang pembiayaan mudharabah jatuh tempo xxx
          Penbiayaan mudharabah xxx
     Ketika nasabah mampu kembali mengembalikan modal:
            Tab/giro nasabah xxx
         Piutang pembiayaan mudharabah jatuh tempo xxx

Contoh soal:

    Bank syariah menyetujui pembiayaan mudharabah untuk keperluan modal usaha nasabah dengan data-data sebagai berikut:
  1. Jumlah pembiayaan mudharabah yang disalurkan bank syariah yang disetujui tanggal 6 maret 2019 sebesar Rp. 75.000.000,-, penyerahan modal dilakukan sekaligus pada tanggal 8 maret 2019. Pengembalian modal dilakukan sekaligus pada akhir akad yaitu tanggal 15 juli 2019. Biaya administrasi sebesar Rp. 750.000,- dan biaya matrai 48.000,-
  2. Jangka waktu pembiayaan mudharabah selama 4 bulan.
  3. Nisbah bagi hasil disepakati sebesar 40% untuk bank syariah dan 60% untuk nasabah.
  4. Pada tanggal 10 april 2019, diperoleh laporan bahwa hasil usaha diperoleh sebesar Rp. 10.000.000,-
  5. Pada tanggal 10 Mei 2019 memperoleh keuntungan usaha sebesar Rp. 15.000.000,-
  6. Pada tanggal 10 Juni 2019 memperoleh kerugian sebesar Rp. 5.000.000,-
  7. Pada tanggal 10 juli memperoleh keuntungan Rp. 7.500.000,- pembayaran keuntungan ditanggal 15 juli 2019.

Buatlah perhitungan dan jurnal  pembiayaan mudharabah untuk transaksi diatas jika transaksi yang terjadi dengan mengauto debet rekening tabungan mudharabah an. Nasrul?

Jawab:
6 maret 2019 
   Pos lawan komitmen administrasi pembiayaan Rp. 75.000.000,-
Kewajiban komitmen administrasi pembiayaan Rp. 75.000.000,-
8 maret 2019
    Tabungan Mudharabah an. Nasrul Rp. 798.000,-
Pendapatan Administrasi Rp. 750.000,
         Biaya matrai Rp. 48.000,-
8 maret 2019
 Pembiayaan mudharabah Rp. 75.000.000,-
        Tabungan Mudharabah an. Nasrul Rp. 75.000.000,-
Kewajiban komitmen administrasi pembiayaan Rp. 75.000.000,-
         Pos lawan komitmen administrasi pembiayaan Rp. 75.000.000,-
10 April 2019
     Bagi hasil Rp. 10.000.000,- X 40% = Rp. 4.000.000,-
        Tabungan mudharabah an. Nasrul Rp. 4.000.000,-
Pendapatan bagi hasil mudharabah Rp. 4.000.000,-
10 Mei 2019
 Bagi hasil Rp. 15.000.000,- x 40% = Rp. 6.000.000,-
        Tabungan mudharabah an. Nasrul Rp. 6.000.000,-
Pendapatan bagi hasil mudharabah Rp. 6.000.000,-
10 Juni 2019
 Kerugian usahan Rp. 5.000.000 X 40% = Rp. 2.000.000,-
                Beban kerugian penurunan nilai pembiayaan mudharabah Rp. 2.000.000,-
                 Cadangan kerugian penurunan nilai pembiayaan mudharabah Rp. 2.000.000,-

10 Juli 2019
 Bagi hasil Rp. 7.500.000 x 40% = Rp. 3.000.000,-
10 juli 2019 Piutang pendapatan bagi hasil mudharabah Rp. 3.000.000,-
Pendapatan bagi hasil mudharabah – akrual Rp. 3.000.000,-
15 juli 2019 Tabungan mudharabah an. Nasrul Rp. 3.000.000,-
Piutang pendapatan bagi hasil mudharabah Rp. 3.000.000,-
Pendapatan bagi hasil mudharabah- akrual Rp. 3.000.000,-
Pendapatan bagi hasil mudharabah Rp. 3.000.000,-
15 juli 2019 Tab/giro nasabah Rp. 75.000.000,-
Pembiayaan mudharabah Rp. 75.000.000,-


Latihan :

    Pak Amrizal mengajukan pembiayaan usaha ternak puyuh kepada bank syariah dengan modal sebesar Rp. 25.000.000,- dengan akad mudharabah, pembiayaan disetujui pada tanggal 18 september 2019 dan penyerahan modal diberikan tanggal 21 September 2019, dengan pembayaran dilakukan sekaligus ke rekening tabungan wadiah miliknya. Biaya administrasi sebesar Rp. 125.000,- dan biaya matrai Rp. 48.000,-, jangka waktu pengembalian pembiayaan mudharabah selama 4 bulan yaitu tanggal 21 Januari 2020. Nisbah bagi hasil 55 % porsi nasabah.
   Proyeksi keuntungan usaha telur puyuh pak Amrizal adalah sebagai berikut: tanggal 21 oktober 2019 keuntungan Rp. 2.500.000,-, keuntungan tanggal 21 november 2019 sebesar Rp. 1.750.000 yang dibayarkan pak Amrizal pada tanggal 7 Desember 2019, tanggal 21 Desember mengalami kerugian sebesar Rp. 1.250.000,- dan tanggal 21 Januari 2020 memperoleh keuntungan sebesar Rp. 2.200.000,-. Pengembalian pinjaman mudharabah dilakukan nasabah dengan tepat waktu.
Buatlah perhitungan dan jurnal untuk transaksi diatas??

Download File [DISINI]

Posting Komentar untuk "AKUNTANSI PERBANKAN SYARIAH : Akuntansi Pembiayaan Mudharabah"

SUBCRIBE VIA EMAIL