Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

[Makalah] Prinsip-prinsip Etika Bisnis Islam

makalah

ETIKA BISNIS ISLAMI

Etika adalah cabang filsafat yang mencari hakikat nilai-nilai baik dan buruk yang berkaitan dengan perbuatan dan tindakan seseorang, yang dilakukan dengan penuh kesadaran berdasarkan pertimbangan pemikirannya. Persoalan etika adalah persoalan yang berhubungan dengan eksistensi manusia, dalam segala aspeknya, baik individu maupun masyarakat, baik dalam hubungannya dengan Tuhan, dengan sesama manusia dan dirinya, maupun dengan alam di sekitarnya, baik dalam kaitannya dengan eksistensi manusia di bidang sosial, ekonomi, politik, budaya maupun agama. (Musa Asy’ari, 2001: 92)

Dalam pengertian lebih luas, bisnis diartikan sebagai semua aktivitas produksi perdagangan barang dan jasa. Bisnis merupakan sejumlah total usaha yang meliputi pertanian, produksi, distribusi, transportasi, komunikasi, usaha jasa dan pemerintahan yang bergerak dalam bidang membuat dan memasarkan barang dan jasa ke konsumen. Istilah bisnis pada umumnya ditekankan pada tiga hal yaitu usaha perorangan misalnya  industri rumah tangga, usaha perusahaan besar seperti PT, CV, maupun badan hukum koperasi, dan usaha dalam bidang struktur ekonomi suatu Negara.

Menurut Beekun bisnis diartikan sebagai “suatu kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memperoleh pendapatan atau penghasilan atau rezeki dalam rangka memenuhi keinginan dan kebutuhan hidupnya dengan cara mengelola sumber daya ekonomi secara efektif dan efisien”.

Dan kata Islam sebagai ajaran biasanya diidentikkan dengan kata syariat, sebagaimana dalam pemaknaan kata Ekonomi Islam dan ekonomi Syariah. Secara bahasa, Syariat (al-syari’ah), berarti sumber air minum (mawrid al-ma’ li al istisqa) atau jalan lurus (at-thariq al-mustaqîm). Sedang secara istilah, syariah sepadan dengan makna perundangundangan yang diturunkan Allah Swt melalui Rasulullah Muhammad SAW untuk seluruh umat manusia baik menyangkut masalah ibadah, akhlak, makanan, minuman pakaian maupun muamalah (interaksi sesama manusia dalam berbagai aspek kehidupan) guna meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Pemikiran etika bisnis Islam muncul ke permukaan dengan landasan bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Ia merupakan kumpulan aturan-aturan ajaran dan nilai-nilai yang dapat menghantarkan manusia dalam kehidupannya menuju tujuan kebahagiaan hidup baik di dunia maupun akhirat. Etika bisnis Islam tak jauh berbeda dengan pengejawantahan hukum dalam fiqih muamalah. Dengan kondisi demikian maka pengembangan etika bisnis Islam yang mengedepankan etika sebagai landasan filosofisnya merupakan agenda yang signifikan untuk dikembangkan. 

Etika bisnis merupakan hal yang penting dalam perjalanan sebuah aktivitas bisnis profesional. Pandangan ini terkait dengan sebuah kenyataan bahwa etika merupakan sesuatu yang urgen dalam kehidupan manusia. Manusia dengan segala perilakunya yang kompleks dapat mencerminkan tindakan positif di satu sisi dan negatif di sisi yang lain. Oleh sebab itu, implementasi akhlak dalam meminimalisir sisi negatif manusia menjadi penting dalam setiap sendi kehidupan termasuk dalam hal bisnis.

Bisnis Islami merupakan Suatu proses dan upaya untuk mengetahui hal-hal yang benar dan yang salah yang selanjutnya tentu melakukan hal yang benar berkenaan dengan produk, pelayanan perusahaan dengan pihak yang berkepentingan dengan tuntutan perusahaan.

Dalam membicarakan etika bisnis Islami adalah menyangkut “Business Firm” dan atau “Business Person”, yang mempunyai arti yang bervariasi. Berbisnis berarti suatu usaha yang menguntungkan. Jadi etika bisnis Islami adalah studi tentang seseorang atau organisasi melakukan usaha atau kontak bisnis yang saling menguntungkan sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam.

PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS ISLAMI

Prinsip adalah suatu pegangan hidup yang harus dijaga. Prinsip serupa juga dengan idealisme, pedoman hidup, landasan pemikiran, fondasi, dan sebagainya. Prinsip bisa berupa keyakinan, aturan, ataupun sikap. Prinsip akan menjadi pedoman dalam melakukan berbagai aktivitas Bisnis. 

Etika bisnis hanya bisa berperan dalam suatu komunitas moral, tidak merupakan komitmen individual saja, tetapi tercantum dalam suatu kerangka sosial. Etika bisnis menjamin bergulirnya kegiatan bisnis dalam jangka panjang, tidak terfokus pada keuntungan jangka pendek saja. Etika bisnis akan meningkatkan kepuasan pegawai yang merupakan stakeholders yang penting untuk di perhatikan. Etika bisnis membawa pelaku bisnis untuk masuk dalam bisnis internasional. Karenanya, harus:

  1. Pengelolaan bisnis secara professional
  2. Berdasarkan keahlian dan ketrampilan khusus
  3. Mempunyai komitmen moral yang tinggi
  4. Menjalankan usahanya berdasarkan profesi/keahlian. 

Karena itu, etika bisnis secara umum menurut Suarny Amran, harus berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut: 

  • Prinsip Otonomi; yaitu kemampuan untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan keselarasan tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil. 
  • Prinsip Kejujuran; dalam hal ini kejujuran adalah merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis, kejujuran dalam pelaksanaan kontrol terhadap konsumen, dalam hubungan kerja, dan sebagainya.
  • Prinsip Keadilan bahwa setiap orang dalam berbisnis diperlakukan sesuai dengan haknya masing-masing dan tidak ada yang boleh dirugikan.
  • Prinsip Saling menguntungkan; juga dalam bisnis yang kompetitif.
  • Prinsip integritas moral; ini merupakan dasar dalam berbisnis, harus menjaga nama baik perusahaan tetap dipercaya dan merupakan perusahaan terbaik.

Berdasarkan prinsip-prinsip dasar etika bisnis Islami di atas, maka secara teologis Islam menawarkan nilai-nilai dasar atau prinsip-prinsip umum yang penerapannya dalam bisnis disesuaikan dengan perkembangan zaman dan mempertimbangkan dimensi ruang dan waktu. Nilai-nilai dasar etika bisnis dalam Islam adalah (a) tauhid, (b) khilafah, (c) ibadah, (d) tazkiyah, dan (e) ihsan. Dari nilai dasar ini dapat diangkat ke prinsip umum tentang keadilan, kejujuran, keterbukaan (transparansi), kebersamaan, kebebasan, tanggungjawab dan akuntabilitas.

Prinsip-prinsip dasar etika bisnis Islami harus mencakup:

- Prinsip kesatuan Kesatuan (Unity). 

Adalah kesatuan sebagaimana terefleksikan dalam konsep tauhid yang memadukan keseluruhan aspek-aspek kehidupan muslim baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial menjadi keseluruhan yang homogen, serta mementingkan konsep konsistensi dan keteraturan yang menyeluruh. 

Dari konsep ini maka Islam menawarkan keterpaduan agama, ekonomi, dan sosial demi membentuk kesatuan. Atas dasar pandangan ini pula maka etika dan bisnis menjadi terpadu, vertikal maupun horisontal, membentuk suatu persamaan yang sangat penting dalam sistem Islam. 

- Prinsip kehendak bebas Otonomi 

Adalah sikap dan kemampuan manusia untuk bertindak berdasarkan kesadarannya sendiri tentang apa yang dianggap baik untuk dilakukan. Pebisnis yang otonom adalah orang yang sadar sepenuhnya dengan apa yang menjadi kewajibannya dalam dunia bisnis.

Bertindak secara otonom diwujudkan dengan kebebasan untuk mengambil keputusan dan betindak sesuai dengan keputusan yang telah diambil. Kebebasan individu dalam kerangka etika Islam diakui selama tidak bertentangan dengan kepentingan sosial yang lebih besar atau melangkahi hak-hak orang lain.

Dengan kebebasan, pebisnis dapat menentukan pilihannya secara tepat untuk mengembangkan bisnisnya. Namun, kebebasan saja belum menjamin seseorang bertindak otonom. Adanya rasa tanggung jawab menjadi unsur lain yang penting dalam prinsip kehendak bebas untuk membatasi kebebasan agar seseorang tidak bertindak secara membabi buta.

Kehendak bebas dianugerahkan dalam diri manusia untuk mengarahkan dan membimbing kehidupannya sendiri sebagai khalifah di bumi. Dengan kehendak bebas ini, manusia mempunyai kebebasan untuk membuat perjanjian termasuk menepati atau menginginkannya. Perjanjian merupakan suatu peristiwa antara dua pihak terkait yang bertransaksi. Alquran secara tegas memerintahkan untuk memenuhi segala macam janji dan ikatan perjanjian sebagaimana firman Allah dalam 

Surah Al-Maidah ayat 1 yang berbunyi:

يايها الذين امنو اوصفوا با ادلعقود  احلت لكم بهيمة االنعام الا ما يتلى عليكم غير محلى الصيد وانتم

 حرم ان الله يحكوم ما تريد

Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu.” 

Dalam ayat ini Allah swt. memerintahkan kepada setiap orang yang beriman untuk memenuhi janji-janji yang telah diikrarkan, baik janji prasetia hamba kepada Allah, maupun janji yang dibuat di antara sesama manusia, seperti janji perkawinan, perdagangan dan sebagainya, selama janji itu tidak melanggar syariat Allah. 


- Prinsip tanggung jawab

Kesediaan pelaku bisnis untuk bertanggungjawab atas dan mempertanggungjawabkan tindakannya. Tanggungjawab (Responsibility).

Kebebasan tanpa batas adalah suatu hal yang mustahil dilakukan oleh manusia karena tidak menuntut adanya pertanggungjawaban dan akuntabilitas untuk memenuhi tuntunan keadilan dan kesatuan, manusia perlu mempertanggungjawabkan tindakannya. Secara logis prinsip ini berhubungan erat dengan kehendak bebas. Ia menetapkan batasan mengenai apa yang bebas dilakukan oleh manusia dengan bertanggungjawab atas semua yang dilakukannya. 

- Prinsip kejujuran dan kebenaran

Kejujuran merupakan suatu jaminan dan dasar bagi kegiatan bisnis yang baik dan berjangka panjang. Bentuk kejujuran dalam bisnis adalah selalu berkomitmen dalam jual belinya dengan berterus terang dan transparan atas barang dagangannya. Selain itu, dalam hal pemasaran dijauhkan dari iklan yang licik dan sumpah palsu, atau memberi informasi yang salah tentang barang yang dijual untuk menipu calon pembli.

Tanpa kejujuran, semua hubungan termasuk hubungan bisnis tidak akan langgeng. Kejujuran merupakan prasyarat keadilan dalam hubungan kerja yang terkait erat dengan kepercayaan. Kepercayaan merupakan faktor fundamental dalam mengembangkan bisnis. Kepercayaan bukanlah sesuatu yang ada dengan sendirinya dan hilang dengan sendirinya. Akan tetapi, kepercayaan adalah salah satu simpul dari ikatan beberapa tali yang saling berkaitan. Kepercayaan sangat berhubungan erat dengan keimanan dan bertolak belakang dengan kemunafikan. Adalah kebenaran, yang menjadi ruh keimanan, ciri utama orang mukmin, bahkan ciri para nabi. 

Sebagaimana firman Allah dalam surah At-Taubah ayat 119 yang berbunyi:

يا يھا الذ ين ءا من ا ا تقوا الله وكونوا مع الصدقين

Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.”

Salah satu karakter pedagang yang terpenting dan diridai oleh Allah adalah kebenaran. Kebenaran berfungsi sebagai niat, sikap dan perilaku yang meliputi proses akad (transaksi), maupun upaya meraih dan menetapkan keuntungan. Perilaku yang benar mengandung kerja yang baik dan dianggap sebagai investasi bisnis yang menguntungkan. Standar dan ukuran perilaku seorang muslim yang benar adalah diselaraskan dengan perilaku Rasulullah saw.

- Prinsip keseimbangan 

Keseimbangan (Equilibrium). Dalam beraktivitas di dunia kerja dan bisnis, Islam mengharuskan untuk berbuat adil, tak terkecuali pada pihak yang tidak disukai. 

Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam Surat Al-Maidah: 8

يايهاالذين امنوا كونوا قوا مين لله شهداءبا لقسط ولايجرمنكومشنان قومعلى لاتعدلوا اعدلوا هو اقربللتقوى واتقوا لله ان لله خبير بما تعملون

 yang artinya: “Hai orang-orang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah SWT, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum men-dorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah karena adil lebih dekat dengan takwa”.

Enam langkah awal dalam memulai etika bisnis Islami, yaitu:

  1. Niat Ikhlas Mengharap Ridha Allah SWT 
  2. Profesional 
  3. Jujur & Amanah 
  4. Mengedepankan Etika Sebagai Seorang Muslim
  5. Tidak Melanggar Prinsip Syariah 
  6. Ukhuwah Islamiyah  

RUANG LINGKUP BISNIS ISLAMI

Ruang lingkup etika bisnis Islam dikelompokkan menjadi lima bagian penting, yaitu:  

  1. konsepsi Islam dan nilai-nilai yang ada di dalamnya
  2. konsep dasar etika bisnis secara umum dan landasan teori-teori yang membentuknya
  3. akhlak Islami sebagai fondasi dasar peletakan etika bisnis Islam dan masalah-masalah yang terkandung di dalamnya perspektif al-Qur’an dan al-Hadits
  4. internalisasi akhlak Islam dalam bisnis, yang difokuskan pada perilaku produsen, konsumen, distributor bagi perusahaan, pelaku pasar, etika perbankan
  5. lembaga yang mengatasi persengketaan (ash-shulh dan at-tahkim).

   Makalah

Posting Komentar untuk "[Makalah] Prinsip-prinsip Etika Bisnis Islam"

SUBCRIBE VIA EMAIL