Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

4 Macam Investasi yang Aman di Masa Resesi

 

resesi

Wabah Covid -19 yang belum bisa diselesaikan secara cepat menimbulkan efek negatif ke ekonomi yang berkepanjangan, akhirnya menciptakan resesi ekonomi. Di tengah ancaman resesi ini, tidak sedikit orang yang memikirkan keamanan kondisi keuangannya, apalagi bagi mereka yang memiliki investasi di instrumen tertentu. Apakah investasi saya masih aman, apakah saya layak untuk investasi di tengah ketidakpastian ini. Pertanyaan inilah yang sering muncul. Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas mengenai 4 jenis investasi di masa resesi yang bisa memberikan keamanan lebih untuk dana setiap orang.

Perlu kita pahami dulu, secara teknis, resesi artinya kondisi dimana pertumbuhan ekonomi suatu negara mengalami kontraksi selama 2 kuartal berturut - turut. Saat ini Indonesia memang belum resmi menyandang status dalam resesi karena menurut data, PDB Indonesia baru tercatat negatif selama 1 kuartal. Namun, tidak sedikit yang memperkirakan bahwa kuartal berikutnya akan mengalami pertumbuhan yang negatif juga, bahkan sampai akhir tahun 2020.

Bagi seorang yang melek keuangan dan suka berinvestasi tentu akan berpikir, kemana saya harus menempatkan uang agar tetap bisa bertumbuh nilainya dan juga aman dari penurunan di tengah resesi yang mungkin terjadi. Ada beberapa macam instrumen investasi di masa resesi yang memberikan keamanan uang, bahkan keuntungannya bisa lebih baik saat resesi. Biasanya, di masa pandemi, 4 investasi yang diminati ini antara lain adalah:

  1. Deposito
  2. Emas
  3. Reksadana Pasar Uang
  4. Reksadana Pendapatan Tetap

Berikut ini adalah pembahasannya keunggulannya satu per satu pada masing – masing instrumen investasi di atas.

Deposito

Instrumen Deposito mungkin sudah tidak asing pada banyak orang. Bisa dikatakan ini adalah salah satu instrumen investasi yang paling stabil di antara semua jenis. Disini, kita diberikan bunga secara tetap oleh pihak bank setiap tahunnya, dan modal awalnya pun tetap akan dikembalikan penuh saat jatuh tempo.

Namun, kelemahannya adalah deposito memiliki tingkat keuntungan yang relatif kecil dibandingkan instrumen lainnya. Setahun deposito hanya bisa menghasilkan 3 – 4% saja. Selain itu kita tidak boleh menarik uang sebelum jatuh tempo atau bisa dikenakan penalti tertentu. Sifat ini membuat deposito lebih cocok untuk menjaga nilai uang saja dalam hal investasi di masa pandemi dan cocok buat kamu yang menginginkan risiko yang relatif lebih rendah.

Emas

Bila kita lihat secara jangka panjang, harga emas per gramnya dalam rupiah selalu naik dalam jangka panjang. Uniknya, emas menjadi disukai investor ketika ada ketidakpastian ekonomi. Ini karena sifat dari instrument emas yang dianggap bisa melindungi nilai uang dari kemerosotan akibat inflasi. Akibatnya ketika masa pandemi saat ini, harga emas malah naik secara signifikan. Sebelum masa pandemic di bulan februari 2020, harganya masih di kisaran 800 ribu rupiah per gram, tapi saat ini sudah naik jadi lebih dari 1 juta per gramnya.

Jadi, boleh dikatakan kalau emas bisa disarankan untuk investasi di masa pandemic. Namun, perlu diingat juga bahwa harga emas ini bisa berfluktuasi cukup besar alias tidak stabil. Selain itu, ketika masa resesi sudah lewat, biasanya harga emas cenderung mengalami penurunan, meski tren harganya terus naik dalam jangka panjang.

Reksadana Pasar Uang

Instrumen ini memiliki kemiripan dengan deposito, meski ada beberapa perbedaannya. Reksadana pasar uang (RDPU) tidak menjanjikan keuntungan yang pasti, namun bila dilihat dari kinerja masa lalunya, instrumen ini bisa memberikan imbal hasil yang cukup stabil dalam jangka panjang, bahkan boleh dikatakan kestabilannya tidak berbeda jauh dengan deposito.

Namun, yang menjadi keunggulan adalah RDPU bisa menawarkan imbal hasil yang lebih tinggi daripada deposito, dan tidak dikenakan pajak lagi. Berdasarkan data dari Bibit.id, RDPU bisa menghasilkan return sebesar 5 – 7 % per tahunnya dari data tahun 2019 lalu. Selain itu, kita juga bisa mencairkannya kapanpun tanpa adanya jatuh tempo tertentu dan tidak ada penaltinya sama sekali.

Karena karakteristiknya ini RDPU sering disarankan untuk investasi di masa pandemi. Sangat cocok untuk kamu yang ingin menyimpan dana darurat yang bisa dicairkan kapanpun kamu mau.

Reksadana Pendapatan Tetap

Reksadana ini memiliki risiko yang lebih tinggi daripada RDPU, namun return yang ditawarkan juga lebih menarik. Pertanyaannya, mengapa ini juga menarik menjadi investasi di masa pandemi?

Reksadana pendapatan tetap (RDPT) berisi surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan maupun pemerintah. Sifat dari surat utang adalah si peminjam dana, dalam hal ini pemerintah atau perusahaan wajib mengembalikan uang yang dipinjam ditambah pembayaran bunganya kepada investor. Ini mengapa RDPT masih bisa menawarkan kestabilan.

Di masa pandemic saat ini, RDPT sempat mencetak return yang lumayan besar. Ini karena adanya penurunan suku bunga acuan dari bank sentral, yang tujuannya untuk meringankan beban usaha agar ekonomi bisa berputar kembali. Singkatnya, harga surat utang di dalam RDPT mengalami kenaikan nilai ketika suku bunga acuan turun.

Nah, ketika harga surat utangnya naik, otomatis harga dari RDPT pun ikut mengalami kenaikan. Selain itu, surat utang pemerintah Indonesia yang menawarkan imbal hasil lebih menarik dibandingkan negara lain, sehingga menarik investor asing untuk masuk ke surat utang domestic, sehingga bisa menopang harganya. Inilah yang membuat RDPT menjadi menarik saat masa resesi.

Kesimpulannya, keempat instrumen investasi di atas bisa menjadi pilihan pada masa pandemi, dengan catatan bahwa kita tidak meletakan seluruh uang kita ke salah satu instrumen saja, melainkan menyebarnya ke beberapa instrumen. Tujuannya agar kita bisa mendapat untung yang maksimal, namun juga menjaga kestabilannya secara keseluruhan.

Bila kamu masih pemula dalam investasi, sekarang kamu bisa memanfaatkan platform Bibit.id, yang akan membantu kamu memilih Reksadana yang terbaik untuk diinvestasikan selama masa pandemic. Semuanya udah dibantuin dari awal, hingga dibuatkan paket investasinya, yang perlu kamu lakukan hanyalah memulai investasi dengan konsisten saja. Yuk, klik tombol dibawah untuk cek Bibit selengkapnya.


Dapatkan cashback reksadana dari Bibit senilai Rp25.000. Masukkan kode referral ini saat pendaftaran: myfinance


Download sekarang:


Posting Komentar untuk "4 Macam Investasi yang Aman di Masa Resesi"

SUBCRIBE VIA EMAIL